Heboh, Wanita di Bulangan Barat Lahirkan Bayi Kembar 3

bulanganbarat.com – Senin (10-juni-2019) pukul 4:00 wib telah lahir seorang cabang bayi laki-laki dari Dusun Tengah Desa Bulangan Barat, kekcamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan.

Walaupun jenis kelaminnya sama, namun berat badan bayi tersebut tidak sama. 1.900 gr untuk anak pertama, 1.800 gr untuk anak ke dua, dan terakhir 1.800 gr.

Baca Juga : Kades Bulangan Barat Apresiasi Karya PKK

Proses lahirnya dibantu oprerasi sesar. Pasalnya, kanduangnnya bisa   beresiko tinggi karena hamil gemeli/kembar. Jadi proses persalinannya harus operasi sesar. Operasinya dilakukan di salah satu Rumah Sakit   oleh dokter frangki kawilang Sp.OG.

Berdasarkan anamnese bidan desa Bulangan Barat, Nur, kepada pasien, si pasien rupanya tidak pernah memeriksakan diri kepada tenaga kesehatan karena selama hamil. Pasalnya, pasien berada di luar daerah dan pulang karena untuk proses persalinan.

Bidan Desa Bulangan Barat langsung mengambil tindakan untuk merujuknya kerumah sakit saat mengetahui bahwa si pasien sedang hamil gemeli pada saat pemeriksaan.

“Pasien tersebut memang warga desa Bulangan Barat. Tapi selama hamil beliau berada di kediaman neneknya di Jawa, hasil pemeriksaan tadi malam yaitu TFU 45 cm dengan gemeli maka saya langsung mengambil keputusan untuk merujuk dan keluarga langsung menyetujui,” ujar bidan muda yang akrab di sapa ibu Nora tersebut.

Kata Nora, Kejadian ini merupakan kejadian yang langka yang berada hususnya di desa bangan barat.

Baca Juga : Bulangan Barat Rutin Bagikan Rastra

Kepala desa Bulangan Barat merasa bangga dan bahagia mendengar kabar tersebut di buktikan dengan komentarnya saat di temui oleh tim humas di kediaman pagi ini.

“Alhamdulillah saya sangat bahagia dan cukup terkejut atas lahirnya seorang bayi kembar 3 dan ini merupakan satu satunya kejadian langka kembar 3 selama kepemimpinan saya, saya berharap menjadi anak yang berbakti kepada kedua orang tua dan bisa membanggakan desa kelak jika sudah dewasa,” paparnya.

Semua keluarga menangis terharu saat mengetahui bahwa Syarifah berusia 18tahun tersebut lahir kembar 3.

“Kami merasa terharu atas lahirnya bayi tersebut karena ini merupakan kelahiran yang pertama kemudian adik saya tidak pernah mengeluh kesakitan selama kehamilannya hanya saja mengeluh sakit sejak kemaren jam 23:00 dan kami langsung membawanya ke polindes terdekat,” ujar Didik yang merupakan kakak kandung Syarifah.

Reporter: Siti Noer Asiseh

Editor: Gafur Abdullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *