Bersosialisasi Sambil Berposyandu

bulanganbarat.com – Posyandu merupakan salah satu rangkaian kegiatan wajib desa yang berjalan setiap bulan. Dimana pelaksanaanya dilaksanakan setiap awal bulan.

Desa ini mempunyai 6 pos posyandu yang terletak di berbagai dusun, yaitu dusun utara, barat, timur, tengah, selatan 1 dan selatan 2.

Dalam kegiatan posyandu yang dilaksanakan di Bulan Maret, pihak Puskesmas Pegantenan bekerjasama dengan bidan desa untuk melakukan salah satu kegiatan dari puskesmas, yaitu penyuluhan.

Baca Juga : Anggota Karang Taruna Raih Juara Tiga Lomba Balap Sepeda Tingkat Provinsi

Seperti bak pepatah mengatakan, “menyelam sambil minum air”, kegiatan penyuluhan kali ini di lakukan di berbagai posyandu Desa Bulangan Barat.

Adapun penyuluhan yang di sampaikan yaitu untuk melindungi diri dan keluarga dari virus corona dengan cara PHBS ( Pola Hidup Bersih dan Sehat ). Salah satunya yaitu melakukan cuci tangan yang benar, menjaga pola makan dan istirahat yang cukup, menggunakan masker jika keluar rumah, dan segera memeriksakan diri ke tenaga kesehatan terdekat jika kondisi badan kurang sehat.

Baca Juga : Pemdes Bulangan Barat Support Warganya yang Berternak Ikan

Selain penyuluhan secara teori, pihak puskesmas yang hadir ke tempat posyandu juga mempraktikkan secara langsung mengenai bagaimana caranya untuk cuci tangan yang benar. Selain itu dilakukan sosialisasi mengenai tugas dan fungsi para kader balita di mejanya masing-masing.

Bidan desa berharap, utamanya kepada para peserta yang hadir untuk bisa proaktif dalam menjaga pola hidup sehat dan bersih. Dari peserta yang hadir kurang lebih 80% dengan didominasi oleh ibu-ibu. Beliau berharap semoga kegiatan ini tepat sasaran,

“Ibu merupakan ujung tombak kesehatan keluarga, semoga penyuluhan tersebut bermanfaat untuk semua keluarganya”. Pungkasnya

Pihak puskesmas berharap pada pertemuan berikutnya peserta posyandu sudah bisa melaksanakan dengan baik dan benar apa yang sudah di praktikkannya,

“Semoga para peserta posyandu bisa menerima dengan baik, sehingga bisa di praktikkan langsung dirumah”. Tutur gadis pemalu dari tim puskesmas yang biasa dipanggil Ibu Een.

Reporter: Siti Noer Asiseh

Editor: Ardy Kholify Suhud

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *