Kades Bulangan Barat Ajak Masyarakat Do’akan Tenaga Medis yang Gugur saat Tangani Covid-19

Pamekasan, bulanganbarat.com – Haji Faisol sapaan akrab dari Surahman, Kepala Desa Bulangan Barat turut berdukacita atas tenaga medis yang meninggal saat tangani Covid-19 beberapa waktu terakhir. Bahkan, ia mengajak seluruh masyarakat untuk mendo’akan para pejuang kesehatan tersebut.

“Kepada seluruh masyarakat Indonesia khususnya masyarakat desa bulangan barat untuk melakukan do’a bersama yang akan dilakukan secara serentak melalui sosial media WA, Facebook, Instagram, dan Twitter Desa Bulangan Barat,” terangnya kepada awak media Bulannganbarat.com.

Selain itu, Do’a bersama  dilaksanakan pada  Minggu malam  11 April 2020 ba’da shaat Maghrib hingga selesai.

Baca Juga : Sosial Distancing Ala Putra Desa Bulangan Barat

Adapun anjuran do’a bersama yang akan dilakukan berupa mengaji Surat Yasin sebanyak 3x dengan 1 komando dari balai desa setempat

“Bagi seluruh masyarakat indonesi khususnya masyarakat desa bulangan barat untuk langsung mengaji Yasin 3 kali. arena situasi melarang untuk berkelompok saya sebagai kepala desa mengajak secara serentak dan secara online untuk melakukan do’a bersama dari rumah masing-masing,” tutur pria berpeci putih tersebut.

Menurutnya, tenaga kesehatan merupakan garda terdepan untuk melawan virus Corona yang sedang melanda negara Indonesia. Bentuk pengabdiannya perlu diacungkan jempol. Ia menambahkan, mereka rela meninggalkan segalanya demi mengabdi kepada masyarakat. Mereka tidak mengenal kata lelah, tiidak mengenal kata ngantuk. Tidak mengenal rasa lapar dan haus. Tak peduli hujan dan panas mereka tetapberangkat ke rumah sakit dimana mereka bekerja untuk mengabdi.

Baca Juga : VIDEO: Kades Bulangan Barat Paparkan Rumah Karantina Penanganan COVID-19

Haji Faisol menyebut, para tenaga kesehatan  pantas disebut pahlawan tanpa jasa. Karena bagaimanapun di situasi yang sangat merisaukan masyarakat ini justru para tenaga kesehatan tersebut berjuang di garda terdepan melawan virus Corona melindungi masyarakat agar tidak tertular dan Merawat bagi yang sudah terkena virus Corona.

“Namun di balik itu semua mereka juga manusia. Kapan saja Allah mengambil nyawanya kita tidak tahu, seperti halnya tenaga medis yang telah gugur saat menangani pasien virus Corona. Tidak ada balasan apapun untuk mereka hanya do’a yang bisa terbalaskan untuknya,” bebernya menutup pembicaraan.

Reporter: Siti Noer Asiseh

Editor: Dul Gepur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *