Menjelang Bulan Ramadan, Pengrajin Mukenah Asal Desa Bulangan Barat Banjir Pesanan

Pamekasan, bulanganbarat.com – Bulan ramadan merupakan bulan ke sembilan dari kalender hijriyah, para umat islam menghormati dan merayakan bulan suci yang juga merupakan bulan pertama di turunkannya wahyu tersebut kepada Nabi Muhammad SAW.

Dalam menyambut bulan suci tersebut umat Islam menyiapkan segala sesuatunya, termasuk mukenah bagi kaum wanita untuk di gunakan saat beribadah.

Di Desa Bulangan Barat khususnya di dusun barat, ada pemilik home industri yang menjahit khusus untuk memproduksi mukenah. Menjelang bulan ramadan ini, pemilik home industri mengaku mengalami kenaikan orderan. Saking banyaknya orderan, pelaku home industri menolak beberapa pesanan pelanggan dikarenakan belum ada tenaga kerja yang dapat membantunya.

Baca Juga : Menjelang Bulan Ramadan, Pengrajin Mukenah Asal Desa Bulangan Barat Banjir Pesanan

Mukenah yang dijahit tersebut masih menggunakan mesin tradisional dan bisa disesuaikan sesuai permintaan pelanggan. Motifnya pun beragam, mulai dari motif kain, bunga, batik, boneka dan lainnya. Cara menjahitnya pun di bordir dan warna.

Adapun harga yang ditawarkan relatif terjangkau dan bervariasi sesuai dengan kualitas dan permintaan pelanggan. Harga yang ditawarkan mulai dari 90.000 hingga 400.000.

Baca Juga : Sosial Distancing Ala Putra Desa Bulangan Barat

Halimah merasa kewalahan dengan banyaknya orderan, terutama saat menjelang bulan ramadan ini, salah satu faktornya ialah karena masih belum ada tenaga kerja yang bisa membantunya,

“saya baru memulai karir ini sendirian, kalau orderan banyak seperti halnya sekarang ini, kedepan saya akan membuka karyawan yang bisa membantu,” tuturnya saat di konfirmasi oleh awak Humas Publikasi Desa.

Hj. Ernawati selaku Ketua Tim Penggerak Kesejahteraan Keluarga (TPKK) akan terus mensupport anggotanya yang mempunyai bakat pengrajin,

“melihat kinerja para penjahit sangat bagus, Insyaallah pada saat pertemuan saya akan mengusulkan kelengkapan alat menjahit seperti alat untuk mengobras”. Pungkasnya

Reporter: Siti Noer Asiseh

Editor: Ardy Kholify Suhud

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *