Sejarah Desa

Desa Bulangan berasal dari kata “babhulangan” yang artinya tempat belajar, pada zaman pemerintahan Tumenggung Adikoro IV (Raden Ismail) dikisahkan ada seorang tokoh kerajaan bernama Raden Wongsodirejo atau lebih dikenal Kiai Asyhar atau Penghulu Bagandan, beliau seorang cendikiawan muslim yang arif dan bijaksana. Dalam kehidupan sehari-hari beliau sangat dekat dengan rakyat jelata, beliau selalu mengajarkan nilai-nilai agama Islam pada rakyat kecil, beliau sangat mencintai rakyat kecil, hingga suatu saat beliau memutuskan untuk membangun langgar disebuah dataran tinggi yang dianggap sangat strategis untuk menyebarkan ajaran-ajaran islam, sampai saat ini langgar tersebut diberi nama Langgar Belli’.

Disamping tempatnya yang sejuk dan tenang, tempat tersebut sangat strategis untuk memantau keadaan Kerajaan Pamekasan, dari tempat tersebut semua wilayah Kerajaan Pamekasan akan terlihat dari ujung timur sampai ujung barat. Disana juga ditempatkan teleksandi-teleksandi untuk memantau keadaan Kerajaan Pamekasan.

Pada suatu saat terjadi pemberontakan yang dipimpin oleh Ke’ Lesap, Ke’ Lesap memulai pemberontakan dari wilayah timur Pulau Madura tepatnya Kerajaan Songenep/Sumenep, Ke’ Lesap berhasil menaklukkan Sumenep hanya dalam semalam, kemudaian Ke’ Lesap melanjutkan pemberontakannya ke Kerajaan Pamekasan, disanalah terjadi peperangan yang sangat hebat sehingga pasukan Kerajaan Pamekasan yang dipimpin Raden Tumenggung Ario Adikoro IV yang dibantu Kiai Asyhar, Penghulu Bagandan dipukul mundur sampai daerah pegantenan, dan disanalah Raden Adikoro IV dan Penghulu Bagandhan meninggal pada Tahun 1750 M.

Sampai saat ini, situs-situs bersejarah seperti mata air tempat berwudlu, langgar, dan tempat pertumpahan darah pada saat peperangan masih terjaga, dan dikeramatkan oleh masyarakat setempat. Seiring perkembangan zaman, Desa Bulangan dibagi menjadi empat bagian yaitu Bulangan Barat, Bulangan Timur, Bulangan Haji dan Bulangan Branta.

Desa Bulangan Barat terletak di wilyah bagian barat Desa Bulangan. Pada perkembangannya, Desa Bulangan Barat dipimpin oleh :

  1. Suranti (1940 -1965)
  2. Musdiyo (1965  – 1975)
  3. Hatib (1976 – 1986)
  4. Marsuki (1987 – 2001)
  5. Rusdi (2002 – 2015)
  6. Muhammad (2015 – 2016)
  7. Suparman (2016 – 2017)
  8. Surahman/ H. Faisol (2017 – sekarang)

Penulis: Abdul Muis (Operator Desa).